Pemasaran Utility-Driven: Strategi Menjual Fungsi

Pelatihan Digital Marketing Banyuwangi

Fokus Narasi: Dari Visual Art ke Value Proposition

 

Pemasaran utility-driven dimulai dengan mengubah narasi penjualan. Jika pemasaran tradisional NFT berfokus pada: “Lihatlah gambar ini; ini langka,” maka pendekatan utility-driven berfokus pada: “Dengan kunci digital ini, Anda dapat mengakses X, mendapatkan Y, dan berpartisipasi dalam Z.”

Strategi ini mengharuskan tim marketing menggeser fokus dari platform seni visual (seperti Instagram) ke platform yang memfasilitasi komunikasi mendalam dan bukti utility (seperti Discord dan Whitepaper).

  1. Roadmap sebagai Kontrak Pemasaran: Roadmap dalam proyek NFT utility-driven berfungsi sebagai janji pemasaran yang harus ditepati. Pemasaran harus secara konsisten menyoroti pencapaian milestone dan mengaitkannya kembali dengan utility yang sudah dijanjikan. Roadmap harus spesifik, terukur, dan fokus pada manfaat yang akan diterima oleh holder (pemegang).

    • Studi Kasus: Proyek yang menawarkan hak governance (DAO) harus secara teratur mengadakan pertemuan virtual untuk pemegang token, menunjukkan proposal yang sedang divoting, dan mengumumkan hasil.

  2. Pemasaran Phygital: Ini adalah strategi kunci untuk menghubungkan nilai Web3 dengan dunia nyata. Phygital (gabungan fisik dan digital) melibatkan pemberian utility fisik kepada pemilik NFT.

    • Studi Kasus: Doodles sering mengadakan meetup fisik dan event eksklusif bagi holder. RTFKT/Nike menggunakan NFT sebagai sertifikat keaslian dan hak tukar untuk sepatu fisik edisi terbatas. Pemasaran ini berfokus pada proof-of-access (bukti akses) melalui foto atau video dari event eksklusif, menunjukkan manfaat nyata yang didapat holder.

Menggunakan Drip Marketing dan Gated Content

 

Dalam utility-driven marketing, tidak semua manfaat diungkapkan sekaligus.

  1. Drip Marketing Utilitas: Manfaat baru harus diungkapkan secara bertahap (drip-feed) pasca-peluncuran (post-mint). Ini menjaga hype tetap hidup dan memberikan insentif berkelanjutan untuk mempertahankan token. Tim pemasaran harus sering merilis “kejutan” (misalnya, airdrop token baru atau pengumuman kemitraan yang memberikan manfaat eksklusif baru).

  2. Gated Content (Konten Terkunci): Menggunakan alat verifikasi kepemilikan NFT (token-gating) untuk memberikan akses ke channel Discord tertentu, private stream, atau sumber daya edukasi. Pemasaran ini secara aktif mempromosikan apa yang ada di balik “gerbang” tersebut. Misalnya, memamerkan “alpha call” (informasi investasi eksklusif) yang hanya bisa diakses oleh holder NFT tersebut, mendorong non-holder untuk membeli agar bisa mengaksesnya.

Metrik Keberhasilan yang Berbeda

 

Keberhasilan diukur tidak hanya dari kecepatan penjualan awal, tetapi juga dari kesehatan ekosistem jangka panjang. Marketer harus fokus pada:

  • Holder Count (Jumlah Pemegang Unik): Menunjukkan distribusi token yang baik dan ketahanan komunitas.

  • Floor Price Stabilitas: Harga terendah (floor price) yang stabil atau meningkat lambat menunjukkan holder menghargai utility dan tidak langsung menjualnya.

  • Volume Trading Sekunder: Volume perdagangan yang sehat menunjukkan ada minat berkelanjutan dan keyakinan pasar terhadap janji roadmap proyek.

    Baca Juga

    Pelatihan Digital Marketing Banyuwangi

    Dengan menggeser fokus dari seni visual ke janji manfaat dan akses, pemasaran utility-driven berhasil membangun komunitas yang berinvestasi pada masa depan proyek, bukan hanya pada gambarnya.

    M Lutfi Nur Fauzi S.Kom

    Jl Kapten Waroka No 08 Tukangkayu Banyuwangi Jawa Timur

    Kulino House / Kulino Tea Bar & Co

    Kedayweb IT & Multimedia

    muhlutfinurfauzi@gmail.com

    Copyright © 2026Kedayweb.Com