Membangun Account-Based Marketing (ABM) Skala Kecil: Panduan Langkah Demi Langkah untuk Bisnis B2B Pemula
Memulai Account-Based Marketing (ABM) tidak harus membutuhkan anggaran besar atau tim yang kompleks. Untuk bisnis B2B pemula, kunci sukses adalah fokus, presisi, dan personalisasi yang disengaja. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membangun program ABM skala kecil yang efektif.
Langkah 1: Tentukan Profil Pelanggan Ideal (ICP)
Sebelum membuat daftar akun, Anda harus tahu siapa target Anda.
-
Tinjau Pelanggan Terbaik: Identifikasi 5-10 pelanggan yang sudah ada yang paling sukses, menghasilkan LTV tertinggi, dan paling mudah dilayani.
-
Kriteria ICP: Tentukan kriteria berdasarkan firmografis (ukuran perusahaan, industri, lokasi, pendapatan) dan teknografis (teknologi yang mereka gunakan saat ini). Fokus pada perusahaan yang sangat membutuhkan solusi Anda.
Langkah 2: Buat Daftar Akun Target Awal (10-30 Akun)
Pilih akun yang memenuhi kriteria ICP Anda. Untuk ABM skala kecil, batasi daftar Anda menjadi 10 hingga 30 akun yang dapat Anda tangani secara realistis.
-
Riset Mendalam: Gunakan LinkedIn, berita industri, dan laporan keuangan untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi setiap perusahaan (misalnya, baru saja menerima pendanaan, membuka divisi baru, atau menghadapi masalah regulasi).
-
Identifikasi Komite Pembelian: Dalam B2B, keputusan jarang dibuat oleh satu orang. Identifikasi 3-5 peran kunci (persona) di setiap akun (misalnya, CTO, Direktur Keuangan, Manajer Operasi) yang akan terlibat dalam proses pembelian.
Langkah 3: Tetapkan Alignment Penjualan-Pemasaran (Smarketing)
Kesuksesan ABM bergantung pada sinkronisasi tim.
-
Definisi Bersama: Sepakati definisi untuk ‘Keterlibatan Akun’ (Account Engagement). Misalnya, sebuah akun dianggap terlibat jika 3 dari 5 persona kunci di akun tersebut telah mengunjungi halaman harga atau menghadiri webinar.
-
Komunikasi Rutin: Adakan pertemuan mingguan singkat di mana Penjualan memberikan wawasan tentang kontak, dan Pemasaran melaporkan metrik keterlibatan.
Langkah 4: Kembangkan Strategi Konten Hiper-Personalisasi
Ini adalah inti dari ABM skala kecil. Konten harus membuat penerima merasa bahwa pesan tersebut dibuat hanya untuk mereka.
-
Audit Konten: Tentukan konten apa yang sudah ada yang dapat Anda gunakan kembali.
-
Buat Pengepungan Konten (Content Blitz): Daripada membuat 10 posting blog generik, buat 1-2 konten yang sangat spesifik untuk kelompok target Anda (misalnya, Whitepaper: ‘Mengatasi Kepatuhan Data GDPR untuk Fintech Skala Menengah di Perancis’).
-
Personalisasi Saluran: Gunakan salinan iklan yang disesuaikan di LinkedIn yang secara langsung menyebutkan tantangan industri mereka. Kirim e-mail yang merujuk pada berita terbaru tentang perusahaan mereka.
Langkah 5: Luncurkan Kampanye Multi-Saluran dan Pengukuran
Gabungkan taktik digital dengan sentuhan personal.
-
Digital: Gunakan LinkedIn Ads untuk menargetkan akun target Anda dengan iklan yang sangat relevan.
-
E-mail: Kirim urutan e-mail yang dipersonalisasi dari perwakilan Penjualan.
-
Sentuhan Fisik (opsional): Kirim item fisik kecil dan berkesan (direct mail) yang terkait dengan pesan pemasaran Anda (misalnya, buku yang relevan dengan masalah mereka).
-
Ukur Keterlibatan Akun (Bukan Lead): Metrik utama adalah persentase akun yang terlibat, waktu yang dihabiskan di landing page spesifik, dan tingkat konversi Akun ke Peluang (Account-to-Opportunity rate).
Baca Juga
ABM skala kecil adalah tentang fokus strategis. Dengan menginvestasikan waktu untuk riset mendalam pada daftar akun target yang kecil dan memproduksi konten yang sangat personal, bisnis pemula dapat melewati kebisingan pasar dan secara langsung membangun hubungan yang bernilai tinggi dengan perusahaan yang paling penting.
