Kenapa Musik dan Audio Menjadi 80% Kunci Sukses Marketing di TikTok
TikTok adalah platform yang secara fundamental berbeda dari media sosial berbasis gambar (Instagram) atau teks (X/Twitter). Ia adalah platform sound-on, di mana pengguna secara default mengaktifkan suara. Hal ini menempatkan audio tidak hanya sebagai pelengkap visual, tetapi sebagai elemen utama yang menentukan apakah sebuah konten akan berhasil atau gagal. Mengapa audio begitu dominan?
A. Algoritma dan Koneksi Viral
Algoritma TikTok (For You Page/FYP) secara aktif memprioritaskan konten yang menggunakan trending sounds atau musik yang populer. Menggunakan audio yang sedang naik daun bukan hanya membuat video Anda lebih enak didengar, tetapi juga memberikan sinyal langsung kepada algoritma bahwa konten Anda relevan dengan tren saat ini. Ini secara signifikan meningkatkan peluang video Anda didorong ke jangkauan audiens yang lebih luas. Algoritma menyadari bahwa suara yang sedang viral memiliki daya tarik kolektif yang tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan durasi tontonan (sebab pengguna familiar dan menyukai audionya) dan share rate.
B. Otentisitas dan Budaya Reaksi
TikTok menciptakan budayanya sendiri melalui “audio-memes.” Suara, klip dialog film, atau potongan lagu tertentu dapat diulang, di-dubbing, atau digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda. Ketika sebuah merek menggunakan audio yang sedang tren, itu menandakan bahwa merek tersebut memahami budaya platform dan berbicara dalam “bahasa” komunitas TikTok. Hal ini membangun koneksi yang terasa lebih otentik dan kurang “iklan” di mata Gen Z dan Milenial. Audio yang tepat dapat memicu reaksi emosional—mulai dari humor, nostalgia, hingga empati—jauh lebih cepat daripada visual yang rumit.
C. Pembentukan Memori dan Brand Recall
Musik dan suara memiliki kaitan erat dengan pembentukan memori. Sebuah jingle yang menarik, sebuah efek suara yang unik, atau bahkan voice-over yang khas dapat langsung dikaitkan dengan merek Anda. Ketika pengguna mendengar suara itu lagi di video lain (bahkan video non-merek), hal itu secara tidak sadar memicu brand recall. Ini adalah pemasaran subliminal yang sangat efektif. Untuk merek yang serius di TikTok, menciptakan Original Sound (OS) mereka sendiri—baik itu musik, jingle, atau bahkan catchphrase—adalah investasi jangka panjang dalam aset brand identity mereka.
D. Meningkatkan Engagement dan Watch Time
Dalam kecepatan gulir TikTok, audio adalah “kait” kedua setelah visual hook. Audio yang menarik dapat membuat pengguna berhenti menggulir dan menonton video hingga selesai. Analisis menunjukkan bahwa video dengan musik yang kuat sering kali memiliki completion rate (tingkat penyelesaian tontonan) yang lebih tinggi. Karena watch time adalah metrik utama yang dihargai oleh algoritma, penggunaan audio yang strategis secara langsung berkorelasi dengan kinerja metrik pemasaran yang vital.
Baca Juga
Apa itu Psikologi Pembeli B2B?
Apa itu...
Whitepaper vs E-book: Strategi Mana yang Lebih Efektif?
Whitepaper...
Memahami Fundamental Whitepaper dan E-book
Memahami...
Singkatnya, audio di TikTok adalah mata uang budaya, pendorong algoritma, dan pembangun memori. Mengabaikannya berarti mengabaikan 80% potensi keberhasilan pemasaran di platform ini.
