Apa Itu Algoritma IG?

Digital Marketing Banyuwangi - Pembicara Digital Marketing Banyuwangi

Banyuwangi, 2025

Algoritma Instagram bukanlah monster misterius, melainkan sistem yang sangat canggih yang bertindak sebagai “Penjaga Gerbang Perhatian” di platform. Tujuannya sederhana, tetapi implementasinya kompleks: memastikan setiap pengguna melihat konten yang paling relevan dan menarik bagi mereka, sehingga mereka betah berlama-lama di aplikasi. Jika pengguna senang, Instagram senang, dan pengiklan pun senang.

Pada dasarnya, Algoritma IG bekerja dengan memprioritaskan konten berdasarkan empat kategori utama, yang oleh Instagram sendiri disebut sebagai “Sinyal Peringkat” (Ranking Signals).

 

Empat Sinyal Peringkat Utama Algoritma IG

 

 

1. Informasi tentang Postingan (Post Information)

 

Ini adalah data mentah tentang konten itu sendiri. Sinyal ini meliputi:

  • Tingkat Popularitas: Seberapa cepat postingan tersebut mendapatkan likes, komentar, dan shares segera setelah diunggah.

  • Jenis Konten: Apakah itu Reel, Karusel, Foto Tunggal, atau Video? IG memprioritaskan jenis konten yang sedang mereka dorong (saat ini, tentu saja, adalah Reels).

  • Waktu Unggah: Seberapa baru postingan itu diunggah. Meskipun bukan lagi faktor terpenting, IG selalu mengedepankan fresh content.

 

2. Informasi tentang Pembuat Konten (Creator Information)

 

Sinyal ini berkaitan dengan reputasi dan keahlian Anda sebagai kreator. Algoritma akan bertanya:

  • Seberapa Sering Interaksi Terjadi? Seberapa sering pengguna berinteraksi dengan konten Anda di masa lalu (misalnya, pernahkah mereka mengomentari, menyimpan, atau mengirim DM ke Anda)?

  • Kepercayaan dan Otoritas: Akun yang secara konsisten mendapatkan engagement tinggi dari pengikut setia akan diberi skor otoritas lebih tinggi, yang berarti kontennya lebih mungkin didorong ke non-pengikut.

 

3. Aktivitas Pengguna (User Activity)

 

Ini adalah sinyal yang paling penting karena bersifat personal. Algoritma akan melihat:

  • Jenis Konten yang Sering Dikonsumsi: Jika pengguna sering menonton video kucing, maka video kucing lainnya akan terus dimunculkan di halaman Explore dan Feeds mereka.

  • Interaksi di Masa Lalu: Kepada akun mana pengguna sering memberikan likes, mengirim DM, atau mencari di kolom pencarian. Hal ini memprediksi minat mereka terhadap postingan Anda.

 

4. Riwayat Interaksi (Interaction History)

 

Sinyal ini adalah penentu apakah konten Anda akan muncul di Feeds seseorang. Jika pengguna A dan Anda memiliki riwayat interaksi yang kuat (DM-an, saling menyukai postingan), maka kemungkinan besar postingan terbaru Anda akan muncul di urutan teratas Feeds pengguna A.

    Baca Juga

    Digital Marketing Banyuwangi - Pembicara Digital Marketing Banyuwangi

    Intinya, algoritma adalah mesin prediksi. Ia berusaha memprediksi seberapa besar kemungkinan (probabilitas) seorang pengguna akan melakukan tindakan yang bernilai tinggi terhadap postingan Anda. Tindakan bernilai tinggi, yang paling disukai algoritma, adalah:

    • Waktu Tonton (Watch Time): Untuk Reels.

    • Menyimpan (Saves): Menandakan konten itu berharga.

    • Berbagi (Shares): Menandakan konten itu penting bagi orang lain.

    • Komentar (Comments): Menandakan konten memicu diskusi.

    Jadi, untuk “Menang Tanpa Bayar Iklan,” strategi kita harus fokus memaksa pengguna melakukan tindakan-tindakan bernilai tinggi tersebut, bukan sekadar like yang cepat terlupakan.

    M Lutfi Nur Fauzi S.Kom

    Jl Kapten Waroka No 08 Tukangkayu Banyuwangi Jawa Timur

    Kulino House / Kulino Tea Bar & Co

    Kedayweb IT & Multimedia

    muhlutfinurfauzi@gmail.com

    Copyright © 2026Kedayweb.Com